banner 728x250
Daerah  

Keluarga Luruskan Kabar Meninggalnya Mahyar Batubara di Sungai Lobang: Bukan karena Hal Mistis

Keluarga Luruskan Kabar Meninggalnya Mahyar Batubara di Sungai Lobang: Bukan karena Hal Mistis

Keluarga almarhum Mahyar Batubara memberikan klarifikasi terkait kabar yang beredar mengenai meninggalnya Mahyar di Sungai Lobang pada 13 September 2026.

Klarifikasi tersebut disampaikan oleh Zahwa Batubara, adik kandung almarhum. Ia meminta masyarakat tidak mengaitkan peristiwa tersebut dengan hal-hal mistis atau cerita mengenai makhluk gaib.

Menurut Zahwa, almarhum sudah memahami kondisi mata air tersebut dan sebelumnya juga telah beberapa kali masuk ke dalam lubang tersebut.

Pada hari kejadian, Mahyar disebut turun ke dalam lubang untuk membantu seorang pengunjung yang meminta pertolongan mengambil kacamata berenang yang terjatuh. Setelah dua kali menyelam dan belum berhasil menemukan kacamata tersebut, Mahyar kembali mencoba untuk yang ketiga kalinya.

Namun, menurut keterangan keluarga, sebelum kejadian kondisi kesehatan Mahyar sedang kurang baik. Ia sempat mengalami demam selama beberapa hari dan bahkan pada malam sebelum kejadian masih mengonsumsi obat.

Berdasarkan rekaman CCTV yang disebut telah diperiksa berulang kali oleh keluarga, Mahyar sempat berada di dalam air selama kurang lebih 1 menit 34 detik. Ia kemudian kembali ke permukaan dalam keadaan sadar dan mengambil napas.

Setelah itu, keluarga menduga Mahyar mengalami kondisi yang disebut LMC (Lost Motor Control), sehingga kehilangan kendali dan kemudian terjatuh ke sisi dinding sungai. Saat kejadian tersebut, disebut tidak ada pendamping atau buddy yang berada tepat di sampingnya.

Pihak keluarga menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan musibah dan meminta masyarakat tidak mengaitkannya dengan cerita-cerita yang tidak memiliki dasar.

Zahwa juga membantah anggapan bahwa kakaknya membantu orang lain demi mendapatkan keuntungan atau komisi. Menurutnya, selama ini Mahyar dikenal membantu dengan ikhlas tanpa meminta imbalan.

Keluarga berharap masyarakat tidak membuat tuduhan, komentar, maupun konten yang menyudutkan almarhum. Mereka juga meminta agar informasi yang belum terbukti tidak disebarluaskan hanya demi mendapatkan perhatian atau mengejar FYP di media sosial.

“Ini adalah musibah, bukan bahan hiburan,” demikian pesan keluarga.

Keluarga kemudian memohon doa dari seluruh pihak agar almarhum Mahyar Batubara mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya, dilapangkan kuburnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Klarifikasi ini disampaikan keluarga sebagai upaya meluruskan informasi yang beredar sekaligus meminta masyarakat menghormati keluarga yang sedang berduka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *